Posted by : Muhammad Rachman Afandi Esa Sunday 4 December 2016


Maluku Utara pada umumnya memang terkenal dengan berbagai mitos, segala mitos yang dimulai dari yang dapat diterima oleh akal pikiran kita maupun ada yang bias dibilang sangat mustahil.
Salah satunya kuburan keramat atau jere yang banyak kita jumpai tersebar di beberapa tempat dikota ternate, Beberapa mitos menyebutkan bahwa jere adalah merupakan kuburan tua milik para aulia atau orang orang yang memiliki tingkatakan ilmu agama yang tinggi, ada pula yang menyebutkan kuburan keramat ini milik para raja atau sultan, kuburan ini muncul dengan sendirinya, namun ada juga yang menyebutkan sebenarnya jere merupakan kuburan tua yang sengaja dibuat bangsa penjajah terdahulu, misalkan portugis, belanda bahkan jepang untuk memanupulasi masyarakat sekitar, karena didalam kuburan tersebut tersimpan berbagai macam harta, amunisi bahkan berbagai peninggalan para penjajah, agar aman dubuatlah menyerupai kuburan dan seolah-olah ini adalah kuburan para raja, kuburan para pemuka agama dll.

Terlepas dari dua versi diatas tentang apa itu kuburan jere, maka penulis ingin menceritakan sekilas tentang salah satu kuburan yang kebetulan berada tepat di samping rumah penulis,


JERE BUSUA ya tepat nama yang di sandang oleh kuburan yang di keramatkan di tempat kami, Jere Busua sendiri berada di kelurahan tanah tinggi barat RT 003 RW002, nama jere busua sendiri memang masih menjadi misteri dari mana nama itu diambil, namum ada yang menyebutkan bahwa dulunya di sekitar jere tersebut banyak tumbuh tanaman busua, atau dalam bahasa ternate kami menyebutnya gayang, sejenis tumbuhan merayap dan sejenis dengan ketela dan singkong, tanaman ini kerap di jadikan  sebagai makanan pokok. Namum ada pula yang menyebutkan bahwa nama jere busua ini karena kuburan ini milik salah satu ulama yang berasal dari kepulauan sula. maka diambil nama busua yang berarti dari sula, dan sampai saat ini baru dua verai ini yang penulis pernah dengar dan tidak tertutup kemungkinan akan muncul versi lain selain dua versi tadi.

Semenjak kami kecil kuburan ini terlihat seperti kuburan keramat lainnya, memiliki panjang kurang lebih 3 meter dengan ukuran lebar sekitar 80 cm, keunikan dari jere busua adalah berada tepat di tengah-tengah kali mati atau biasa kami sebut dengan barangka, namun jere ini memiliki daratan yg lebih tinggi sehingga kuburan ini terlihat tepat di tengah kali mati, dan apabila hujan turun dengan insensitas tinggi maupun rendah, kuburan ini tidak pernah  tertutupi oleh air banjir yang turun melalui jalur kali mati tersebut, selain itu kuburan jere busua ini memiliki perisai yang berada tepat d kepala kuburan, bongkahan batu super besar seolah-olah melindungi tubuh kuruban tersebut, perisai inilah yang menjadi penyebab air banjir tidak dapat naik atau menutupi kuburan keramat ini.

Almarhuma Ibu saya pernah menceritakan tentang kuburan keramat ini, ibu saya merupakan salah satu abdi dalem atau biasa disebut dengan bala di kedaton kesultanan ternate, dan saya pernah bertanya tentang kuburan ini kepada ibu saya, namun penjelasan yang saya dapat masih kurang bagi saya, menurut ibu saya kuburan keramat ini milik seorang perempuan, namun beliau  tidak menyebutkan nama, kuburan ini awalnya berada di bagian barat, bukan di tempat yang saat ini kita lihat, kuburan ini pernah di kelilingi oleh sebuah kolam yang airnya tidak pernah habis meski musim kemarau melanda, air tersebut di beri nama ake nusa,tempat ini sampai sekarang dapat kita jumpai, namum sudah tidak terawat seperti dulu, ditambahkan juga proses terjadi pemindahan jere busua ini karena tempat yang semula di tempati sudah sangat kotor, bahkan ada yang menyebutkan tempat lama itu sering di jadikan wc umum bagi warga yang berada di sektar jere. Perpindahan jere ini juga disertai dengan hujan lebat dan petir yang menyambar rendah di pemukiman warga, hal ini yang membuat kami yang saat ini mendiami tempat sekitar jere, pantang mengotori wilayah sekitar jere,

kembali pada kuburan jere busua, kuburan ini di jelaskan oleh ibunda saya bahwa ini merupakan kuburan yang muncul pada masa kerajaan dulu, kuburan ini milik seorang putri raja yang muncul dengan sendiri dan di sekitar kuburan ini terdapat dua kuburan lainnya namun dua kuburan tersebut tidak terlihat oleh kasat mata,

pada masa kecil kami , kami sering bermain di sekitar kuburan jere busua ini, kuburan ini dulunya ramai di kunjungi oleh para peziarah baik yang berada di wilayah kota ternate maupun dari luar kita ternate, bahkan ada beberapa utusan abdi dalem dari kedaton kesultanan ternate sering berziarah ke jere busua ini, sebelum ke kuburan biasa para peziarah ini sering datang ke rumah kami sekedar hanya untuk basa basi, sebelum turun ke kuburan.

Namun banyak hal lucu yang pernah saya temui di seiring banyaknya para peziarah dengan berbagai macamb motif untuk lakukan ziarah, sekedar iseng saya pernah bertanya kepada beberapa pengunjung, sebenarnya apa tang membuat kalian ingin berziarah ke jere busua, sedangkan kalian sendiri tidak pernah tau siapa pemilik kuburan ini, ada yang menjawab, kuburan ini milik kakek buyutnya, ada yang menyatakan sekedar hanya untuk berdoa, memang kita tidak dapat menyatakan bahwa apa yang di lakukan para peziarah ini lucu, karena sesuai dengan keyakinan maksud tujuan dia lakukan ziarah, namun tidak sedikit orang yang datang berkunjung atau ziarah meminta keluasan rezeki, kesembuhan penyakit, bahkan tak tanggung-tanggung ada yang datang membawa sesajean, berupa makanan, uang yang di selipkan di belakang batu nisan kepala jere busua lalu di tutupi oleh daun pandan,

Hal ini membuat saya teringat ketika masa kecilku, saya bersama teman teman biasanya sering lakukan pemantauan jika ada pengunjung yang datang, kami biasanya menunggu di rumah saya, dan ketika para peziarah ini pergi, gerombolan kami sesegera mungkin lakukan survei untuk melihat apa ada yang di tinggalkan oleh para peziarah tadi, dan ternyata dari kebanyakan orang yang berziarah ke jere busua di pastikan meninggalkan uang, dengan tidak nampak dosa di wajah kami uang uang tersebut kami ambil dan di bagi sama banyak, bahkan ada yang sengaja meninggalkan rokok, telur rebus dan sesajean lain. namum biasanya untuk makanan tidak kami ambil.

Jere busua juga pernah di kunjungi oleh beberpa orang dengan maksud tertentu dan pada waktu waktu yang menurutku sangat tidak masuk akal, seperti halnya saat ini pada saat saya menulis tulisan ini tepat pukul 02:12 dini hari ada segerombolan peziarah datang entah dari mana ? dalam gelap gulita di dalam kali mati mereka nekat turun entah dengan maksud apa, penulispun tidak bertanya maksud dan tujuan mereka, mereka yang berkisar 12 orang ini terdiri dari beberapa wanita muda, dan beberapa pria berjenggot dengan kopiah di kepala, mereka juga sempat bertegur sapa dengan penulis, namun hanya sekedar say hallo




Pada pagi hari setelah ziarah tengah malam, saya mencoba untuk turun melihat apakah ada sesuatu yang ditinggalkan, ternate yang saya temui adalah hal hal aneh, seperti misalkan pisang yang di tindik dengan jarum pentul diatas kertas yg d lipat dan bertuliskan nama orang, entah dengan maksud apa ? hanya tuhan yang tau. hal hal aneh ini memang percaya atau tidak, ternyata masih ada yang melakukan ini.





Terlepas dari semua hal diatas, penulis sengaja mengangkat tulisan ini sebenarnya hanya ingin mendapat perhatian dari pemerintah kelurahan Tanah Tinggi Barat, betapa mirisnya ketika kita melihat beberapa kuburan keramat atau jere yang tersebar di beberapa titik di pulau ternate ini, sangar terawat dengan baik, namum kuburan jere busua malah sebaliknya kalo kita lihat sangat tidak terawat, bahkan semakin sulit jalan akses menuju ke kuburan ini, padahal kalau kita bandingkan dengan kuburan keramat lainnya, sangat di perhatikan oleh pemerintah kelurahan setempat, ada juga yang menjadikan jere sebagai destinasi wisata religi.

padahal jere busua yang merupakan nama kuburan keramat ini diambil namanya dan dipakai sebagai nama jalan di kelurahan kami yang kemudian lebih di kenal dengan sebutan JERBUS.

Artikel Peserta Milik :

Nama : Burhanudin Rope
Website : http://burhanudinrope.blogspot.co.id/
artikel : http://burhanudinrope.blogspot.co.id/2016/11/jere-busua-kuburan-keramat-yang.html?view=classic


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Sosial Media

Facebook  Twitter  Google+ Instagram Instagram

Popular Post

Powered by Blogger.

Total Pageviews

Sri Sultan Hamengkubuwana IX

Baden Powell

Translate

Waktu Indonesia Timur

- Copyright © My Portal -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -